Tag Archives: Buku

Chomsky, Bush, dan Indonesia

Kemarin abis baca buku Chomsky untuk Pemula. Belinya di Gramedia minggu lalu pas lagi nyari buku tentang Ajeg Bali. Mumpung pas ada duit, sekalian aja beli. Karena Chomsky juga karena yang nerbitin Resist Book yang bukunya murah dan bagus.

Baca buku tentang Chomsky menarik. Dia salah satu pemikir yg banyak dikutip saat ini karena ide-idenya tentang linguistik, media, dan Amerika Serikat. Tidak terlalu baru sih ide-ideen di buku itu. Cuma jadi lebih tau tentang dia aja.

Continue reading

Advertisements

2 Comments

Filed under Buku, Jurnalisme, Pikiran, Uncategorized

Need Help: Sanggar Baca Kita

Ternyata susah juga mau bikin usaha. Rencananya aku mau bantuin Lode, cewekku, bikin sanggar baca. Kami udah ngobrolin ini sejak dua bulan lalu. Kami juga udah bikin survey kecil-kecilan dimana tempatnya dan apa saja bukunya. Hasilnya? Tempatnya ngambil salah satu kamar di rumah Lode di samping garasi. Sedangkan bukunya mau ambil segala macam bacaan untuk anak-anak dan remaja.

Beberapa hari ini Lode udah nyari buku ke penyewaan dan toko buku. But, belum ada hasil yang menyenangkan. Pak Selamet, pemilik persewaan Prastiwi di Jl Waturenggong dan Prima di Jl Gunung Batukaru mau menjual tapi harganya masih kemahalan. Masa, buku lama dijual hampir sama dengan harga toko. Padahal kami butuh banyak buku sedangkan modal cuma dua jutaan untuk beli buku saja.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Buku, Daily Life, Uncategorized

Dua Negara, Seribu Satu Cerita

-resensi buku-

Meskipun judul bukunya berembel-embel catatan perjalanan jurnalistik, buku ini lebih tepat disebut kajian tentang Damascus dan Baghdad. Sebab penulisnya tidak hanya menyusun berdasarkan reportase di lapangan tapi lebih banyak menggunakan bahan-bahan tertulis alias riset. Penggunaan data skunder lebih banyak, dibandingkan observasi atau wawancara dengan sumber-sumber di lapangan, misanya.

 

Maka, embel-embel sebagai catatan perjalanan jurnalistik dalam buku ini terkesan dipaksakan. Sebab, buku ini lebih dari itu. Sebagaimana disinggung dalam pengantarnya, buku ini memang tidak hanya sebuah laporan jurnalistik tetapi pemahaman mengenai sejarah sebuah negara, kota, dan juga suku-suku bangsa yang ada di dunia.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Buku, Jurnalisme, Uncategorized

Mengkaji Mitos Modern Bernama Barbie

Resensi Buku Barbie Culture: Ikon Budaya Konsumerisme

Boneka Barbie mengkomodifikasi piranti bermain gadis kecil menjadi sebuah mitos tentang kecantikan. Melalui buku ini, Mary F. Rogers menyatakan bahwa boneka Barbie adalah ikon rasisme, seksisme, konsumerisme, dan materialisme.

Awalnya, Elliot Handler membuat boneka Barbie hanya karena anak perempuannya, Barbara Handler tertarik pada sebuah boneka Lili yang dilihatnya ketika belanja selama liburan di Swiss pada 1956. Boneka Lili merupakan boneka produksi Jerman yang diilhami kartun strip dan dibuat sebagai simbol seks bagi laki-laki. Tiga tahun kemudian, Mattel Inc memproduksi boneka Barbie. Mattel Inc, sendiri didirikan Elliot bersama temannya Harold Matson pada 1944. Makanya perusahaan itu bernama Matt (dari Matson) dan El (dari Elliot). Barbie yang kemudian menjadi ikon budaya itu juga meminjam nama anak Elliot, Barbara. Demikian pula pacar Barbie, Kendra. Dalam kehidupan nyata, Barbie dan Ken adalah dua bersaudara. Namun dalam imajinasi produksi Mattel, keduanya adalah sepasang kekasih.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Buku, Daily Life, Pikiran, Uncategorized